Kegiatan belajar bagi sebagian anak menjadi kegiatan yang membosankan, tapi tidak kalau kita mengajarkan mereka dengan cara menyenangkan berikut ini.

Aktivitas edukasi untuk anak usia di bawah 3 tahun sangat penting untuk dilakukan. Mulai dari belajar mengenal huruf, angka, bentuk hingga warna. Namun kadang, aktivitas edukasi yang membosankan membuat anak malas untuk belajar.

Mengajari anak mengenai hal baru sebaiknya dilakukan dengan cara seru, mudah dimengerti anak dan tentunya, menyenangkan. Aktivitas edukasi ini bisa dikembangkan dengan kreatif sesuai usia anak.

Perhatikan juga karakteristik anak. Menyesuaikan cara belajar dengan kecenderungan anak jadi poin penting agar belajar sambil bermain bisa efektif.

Berikut 4 aktivitas main sambil belajar. Bisa ditiru para orangtua yang masih bingung mencari cara mengajarkan hal-hal baru pada anak.

Mengenalkan Huruf dengan Cara Seru

Mengenalkan huruf pada anak bisa dimulai sejak usianya menginjak 2 tahun. Mulai dengan huruf-huruf yang menyusun namanya terlebih dahulu. Buat tulisan namanya di dekorasi kamarnya, di pintu kamar, atau di mainannya.

Fokuskan pada satu huruf kemudian dikembangkan pada benda yang memiliki huruf depan yang sama. Misalnya, nama anak “Aisya”, tekankan huruf A dan tempelkan pada benda-benda milik anak yang berawalan huruf A, seperti A untuk Almari, dan lain sebagainya.

Setelah menempelkan huruf yang berkaitan dengan nama anak, ketika menghabiskan waktu bersama anak, usahakan untuk menyebutkan nama benda-benda penting, mengeja dan mengucapkannya dengan jelas di depan anak. 

Mengenalkan Angka dengan Aktivitas Sederhana

Pembelajaran tidak melulu soal huruf, anak usia 2 tahun disarankan untuk mulai mengenal angka, menimal angka 1 hingga 10. Namun, perlu digaris bawahi kalau kemampuan mengenal angka tidak dengan mudah diterima anak begitu saja. 

Untuk mengenalkan angka pada anak, orangtua bisa memulai dengan aktivitas sehari-hari. Seperti, saat mengenakan baju berkancing, kancingkan baju anak sambil berhitung.

Atau ketika anak makan, orangtua bisa menyuapi sembari menghitung setiap suapan yang masuk dalam mulut anak. Aktivitas edukasi mengenal angka ini juga bisa dilakukan ketika sedang bermain, minta anak untuk memisahkan atau menyortir mainannya sesuai dengan jenisnya sembari menghitung.

Mengenalkan Bentuk dengan Aktivitas Seru

Selanjutnya ialah mengajarkan anak untuk mengenal bentuk. Mengenalkan bentuk pada anak bisa dimulai dengan menggambarkan bentuk di kertas, kemudian menggunting dan menempelkannya pada media tertentu.

Orangtua juga bisa mengenalkan bentuk pada anak dengan menemani anak melakukan penyortiran pada mainan yang memiliki bentuk yang sama. Misalnya buku berbentuk persegi dengan buku persegi, mainan bola dikumpulkan bersama dengan mainan berbentuk lingkaran atau bulat.

Cara menyenangkan lainnya, bisa dengan menggunakan makanan yang disukai anak. Orangtua bisa membuat makanan kesukaan anak dengan bentuk-bentuk yang beraneka ragam. Seperti membuat kue dengan bentuk bintang, lingkaran, kotak dan lain sebagainya.

Cara Mendidik Anak Mengenalkan Warna

Selain mengenalkan anak pada huruf, angka dan bentuk, mengenal warna juga penting untuk dimulai sejak anak berusia 1-2 tahun. Cara mengenalkan anak tentang warna bisa dengan membiarkan anak mengeksplorasi warna. Biarkan tangan anak kotor dengan cat yang aman untuk kulit anak.

Minta anak untuk mewarnai gambar dengan warna yang sesuai, dan jangan lupa untuk mengucapkan nama warna yang sedang dipakai anak. Misalkan anak sedang mewarnai buah apel dan jeruk, pilihkan warna yang sesuai dan ucapkan, “Apel itu Merah, Jeruk itu Orange”

Cara belajar satu ini juga bisa dilakukan dengan membebaskan anak memilih warna yang ia sukai untuk mewarnai gambar. Biarkan anak mengeksplorasi sendiri, namun tetap ucapkan warna yang sedang anak pegang, supaya anak tahu dan paham. (mut)

Jangan Paksa Anak Belajar, Malah Bikin Mandek

Sebagian orangtua mendidik anaknya dengan cara yang sedikit keras. Tidak jarang, orangtua memarahi anaknya ketika tak mau belajar dan bahkan menerapan hukuman.

Cara tersebut sebenarnya tak efektif untuk membuat anak belajar. Anak-anak malah akan jadi lebih tak termotivasi jika dipaksa dengan cara keras.

“Begitu anak dipaksa, otaknya tegang dan pelajarannya tidak akan terserap oleh otak,” ujar Vera Itabiliana, seorang psikolog anak, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Cara yang paling jitu untuk membuat anak lebih efektif belajar adalah dengan bermain. Untuk yang masih duduk di TK hingga kelas 3 SD, belajar dengan bermain ini lebih seru dan mudah diterima anak.

“Dunia anak dipenuhi dengan bermain. Jadi, cara belajar paling nyaman adalah dengan belajar sambil bermain,” kata Vera.

Saat bermain dan merasa senang, tubuhnya akan memproduksi hormon dopamin dan serotonin yang secara tidak langsung meningkatkan minat belajar. “Dengan bermain, anak merasa lebih senang, perhatian dengan apa yang dipelajari serta terlibat dalam aktivitas belajar,” jelas Vera.

Jenis permainannya pun bisa beragam, seperti memanfaatkan pembuatan slime, bermain plastisin dan lain-lainnya. “Selain diskusi dengan anak, orangtua bisa memanfaatkan gadget untuk mencari permainan yang menarik. Jadi, gadget bisa berdampak positif bagi kecerdasan anak, bahkan membantunya belajar menjelang ujian,” tutupnya.

Artikel ini telah tayang di : parenting.dream.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *